Remedial Mata Kuliah Filsafat Ilmu Dengan Judul
"TERMINOLOGI ILMU, ILMU PENGETAHUAN, DAN SCIENCE"
Dosen Pengampu: Muhammad Awin Alaby, M.Pd.
Nama: Ifnu Akhsan
NPM: 20168100009
Nama: Ifnu Akhsan
NPM: 20168100009
A. Pendahuluan
Ilmu
dan bahasa saling berkaitan satu sama lain. Bahasa merupakan perantara kita
dalam menyampaikan suatu ilmu. Bahasa berfungsi sebagai alat berfikir ilmiah,
muncul problem yang serius dan dapat diselesaikan dengan bantuan filsafat.
Bahasa sering tidak mampu membebaskan diri dari gangguan pemakainya, kerusakan
bahasa tersebut biasanya disebabkan oleh tidak digunakannya kaidah logika,
logika itu filsafat. Kekeliruan dalam berbahasa melahirkan kekeliruan dalam
berfikir. Untuk itu filsafat sangat berperan dalam menentukan kualitas bahasa.
Bahasa memiliki tugas paling
penting yaitu memberikan kejelasan hubungan antara berpikir dan berbicara,
antara fungsi ekspresif dan representatif bahasa. Menjelaskan kondisi-kondisi
psikofisik dari ucapan, peranan individu, dan komunitas dalam perkembangan
sebuah bahasa, hubungan antara tipe-tipe bahasa umum dan struktur bahasa
khusus. Secara terminologi, menyelidiki sumber-sumber pertama sebuah bahasa dan
hasil baru yang ada sekarang dari bahasa itu serta usaha-usaha lebih lanjut.
Pandangan-pandangan pada filsafat bahasa berbeda terutama atas masalah hubungan
antara yang dipikirkan dan yang diucapkan. Jadi dengan bahasa bukan saja
manusia dapat berpikir secara teratur namun juga dapat mengkomunikasikan apa
yang sedang dia pikirkan kepada orang lain. Namun bukan itu saja, dengan bahasa
kita pun dapat mengekspresikan sikap dan perasaan kita. Seorang bayi bila dia
sudah kenyang dan hatinya pun sangat senang, dia mulai membuka suara. Lewat
seni suara dia akan mengekspresikan perasaannya, kedukaan, dan kesukaan lewat liku nada kata-kata.
B. Pengertian Terminologi
Terminologi
dalam KBBI tergolong dalam nomina (kata benda) memiliki arti peristilahan, ilmu
tentang definisi istilah. Berasal dari bahasa Latin terminus yang
berarti ilmu penggunaan istilah. Istilah (bahasa Arab: اصتلاح, iṣṭilāḥ) adalah
kata dan/atau gabungan kata yang digunakan dalam konteks tertentu.
Kajian terminologi antara lain mencakup pembentukannya
serta kaitan istilah dengan suatu budaya. Ahli dalam terminologi disebut dengan
juru istilah “terminologist” dan kadang merupakan bagian dari bidang
penerjemahan.
C. Pengertian Ilmu
Pengetahuan/Knowledge
Dalam
Kamus Oxford, kata knowledge memiliki arti fakta, informasi,
dan kemampuan yang diperoleh dari pengalaman atau pembelajaran terhadap sesuatu,
baik teori maupun praktek.
Dalam bahasa Arab, kata knowledge memiliki
sinonim dengan kata علم – يعلم – العلم yang berarti
tahu-mengetahui-pengetahuan, yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia
yang kita kenal dengan kata “ilmu”.
Dari beberapa gambaran tadi kita dapat ambil kesimpulan
bahwa kata knowledge dalam bahasa Indonesia memiliki arti
“pengetahuan”. Dalam KBBI, kata pengetahuan berasal dari kata tahu yang
memiliki arti mengerti sesudah melihat, mengalami, dsb. Sehingga arti kata
pengetahuan adalah segala sesuatu yang telah diketahui.
Knowledge atau pengetahuan merupakan sebuah terminologi generik
yang mencakup seluruh hal yang dapat kita ketahui seperti filsafat, matematika,
ekonomi, teknik beladiri, cara menjahit, dan masih banyak lagi. Bentuk knowledge atau
pengetahuan ini ditandai dengan beberapa hal, yakni:
Obyek ontologis, yaitu pengalaman manusia yang berupa segala
wujud yang dapat dijangkau lewat panca indra atau alat yang membantu kemampuan
pancaindra.
Landasan epistemologis, yaitu metode ilmiah yang berupa
gabungan logika deduktif dan logika induktif dengan pengajuan hipotesis atau
yang disebut logico-hyphotetico-verifikasi.
Landasan aksiologi, yaitu kemaslahatan manusia yang
menjelaskan pengetahuan itu secara moral ditujukan untuk kebaikan hidup
manusia.
D. Pengertian Science
Jika
berbicara tentang pengetahuan, maka kita akan sering mendengar kata “sains”.
Keduanya memiliki hubungan sehingga tidak pernah terpisah ketika kita sedang
mempelajari fisafat ilmu. Untuk membahas hubungan diantara keduanya kita akan
bahas di subbab berikutnya.
Science atau
sains berasal dari bahasa Latin scientia yang akar katanya
adalah scio yang kurang lebih berarti “saya tahu”.
Dalam Kamus Oxford, kata science memiliki
arti sebuah aktivitas praktis dan intelektual yang meliputi pembelajaran
struktur dan tingkah laku fisik kehidupan dunia melalui percobaan dan/atau
pengamatan.
Dalam bahasa Arab, kata science memiliki
sinonim dengan kata العلوم yang sebenarnya berakar dari kata علم sehingga
memiliki arti pengetahuan atau pembelajaran yang didasari oleh pengamatan dan
percobaan.
Seolah miskin kosakata, kata science dalam
bahasa Indonesia hanya diserap menjadi kata “sains” yang mana dalam KBBI
memiliki definisi yang sama dengan kata science dalam bahasa
Inggris sesuai terjemahan Kamus Oxford tadi.
E. Terminologi Ilmu, Ilmu Pengetahuan, dan Science
Knowledge merupakan
terminologi generik yang mencakup segenap bentuk yang kita tahu seperti
filsafat, ekonomi, seni, bela diri, cara menyulam dan biologi. Untuk membedakan
tiap-tiap bentuk dari anggota kelompok knowledge terdapat tiga kriteria yakni:
1 obyek ontologis, adalah obyek yang ditelaah yang membuahkan pengetahuan
(knowledge). Umpamanya ekonomi menelaah hubungan antara manusia dengan benda/
jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
2 landasan epistemologis, berhubungan dengan cara yang dipakai untuk mendapatkan
pengetahuan (knowledge). Landasan epistemologis berbeda untuk tiap bentuk apa
yang diketahui manusia. Umpamanya landasan epistemologis matematika adalah
logika deduktif dan landasan epistemologis kebiasaan adalah pengalaman dan akal
sehat. Landasan aksiologis, adalah nilai kegunaaan dari pengetahuan (knowledge). Landasan
aksiologis juga dapat dibedakan untuk tiap jenis pengetahua (knowledge).
Nilai kegunaan filsafat berbeda dengan nilai kegunaan fisika nuklir.
Jadi
seluruh bentuk dapat digolongkan ke dalam kategori pengetahuan (knowledge)
dimana masing-masinng bentuk dapat dicirikan oleh karakterisktik:
1.
obyek ontologis: pengalaman manusia yakni segenap ujud yang dapat dijangkau
lewat pancaindera atau alat yang membantu kemampuan pancaindera.
2.
landasan epistemologis: metode ilmiah yang berupa gabungan logika deduktif dan
logika induktif dengan pengajuan hipotesis atau disebut logico-hyphotetico-verifikasi.
3.
landasan aksiologis: kemaslahatan manusia. Artinya segenap ujud pengetahuan
(knowledge) secara moral ditujukan untuk kebaikan hidup manusia.
Bentuk
pengetahuan (knowledge) dalam bahasa inggris adalah science. Ilmu (science) merupakan
bagian dari pengetahuan (knowledge) yang bersifat spesifik yang mempunyai obyek
ontologis, landasan epistemologis dan landasan aksiologis yang khas.
Sains
merupakan adopsi yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, dimana sains adalah
terminologi yang dipinjam dari bahasa inggris yakni science. Pembentukan kata
sifat dengan kata dasar sains ini adalah agk janggal dalam struktur bahasa
Indonesia. Kemudian, terminologi science dalam bahasa asalnya penggunaannya
sering dikaitkan dengan natural science seperti teknik. Maka teminologi science
sering dikaitan dengan teknologi. Sederhananya bahwa ilmu-ilmu sosial bukanlah
sains atau dengan kata lain sains hanya digunakan untuk ilmu-ilmu alam saja.
Padahal bila merujuk pada pengertian dari science adalah ilmu, yang berarti
mencakup ilmu-ilmu sosial dan juga ilmu-ilmu alam. Jadi adopsi sains dari kata
science adalah kurang tepat.
F. Ketetapan Quo Vadis
Terminologi
Ilmu untuk science dan pengetahuan untuk knowledge, secara de facto dalam
kalangan dunia keilmuwan terminologi ilmu sudah sering dipergunakan seperti
dalam metode ilmiah dan ilmu-ilmu sosial atau ilmu-ilmu alam. Adapun kelemahan
dari pilihan ini ialah bahwa kita terpaksa meninggalkan kata ilmu pengetahuan
dan hanya menggunakan kata ilmu saja untuk sinonim science dalam bahasa
inggris. Alternatif pertama menggunakan ilmu pengetahuan untuk science dan
pengetahuan untuk knowledge.
A. Kesimpulan
Hakikat
ilmu Suriasumantri (1990: 293) mengatakan: “ knowledge merupakan terminologi
generik yang mencakup segenap bentuk yang kita tahu seperti filsafat, ekonomi,
seni, beladiri, cara menyulam, dan biologi...“. Ilmu (science) merupakan bagian
dari pengetahuan (knowledge), membahas bidang pengetahuan tertentu yang tersusun
secara sistematis, diperoleh dengan observasi (tahapan metode ilmiah) yang
dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan)
itu. Terminologi terdiri dari obyek
ontologis (obyek yang ditelaah yang menghasilkan pengetahuan), landasan
epistemologis (cara mendapatkan pengetahuan) dan landasan aksiologis (nilai
kegunaan suatu pengetahuan). Quo vadis menetapkan Terminologi Ilmu untuk
science dan pengetahuan untuk knowledge
B. Daftar Pustaka
Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer,
Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 2009, hlm. 291.
A. Bakhtiar, Filsafat Ilmu (Cet II; Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada, 2005), h. 11.
A. Mudhofir.Pengenalan Filsafat dalam Filsafat Ilmu. Cet. III;
Yogyakarta: Penerbit Liberty, 2005.
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Cet. IV; Jakarta: Balai Pustaka, 1990.
Munawwir, Ahmad Warson.Kamus Arab Indonesia. edisi II; Yogyakarta:
Pustaka Progressif, 1997.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar