Senin, 26 Februari 2018

TERMINOLOGI ILMU, ILMU PENGETAHUAN, DAN SCIENCE

Remedial Mata Kuliah Filsafat Ilmu Dengan Judul
"TERMINOLOGI ILMU, ILMU PENGETAHUAN, DAN SCIENCE"
Dosen Pengampu: Muhammad Awin Alaby, M.Pd.

Nama: Ifnu Akhsan
NPM: 20168100009



   A. Pendahuluan
                  Ilmu dan bahasa saling berkaitan satu sama lain. Bahasa merupakan perantara kita dalam menyampaikan suatu ilmu. Bahasa berfungsi sebagai alat berfikir ilmiah, muncul problem yang serius dan dapat diselesaikan dengan bantuan filsafat. Bahasa sering tidak mampu membebaskan diri dari gangguan pemakainya, kerusakan bahasa tersebut biasanya disebabkan oleh tidak digunakannya kaidah logika, logika itu filsafat. Kekeliruan dalam berbahasa melahirkan kekeliruan dalam berfikir. Untuk itu filsafat sangat berperan dalam menentukan kualitas bahasa.


                  Bahasa memiliki tugas paling penting yaitu memberikan kejelasan hubungan antara berpikir dan berbicara, antara fungsi ekspresif dan representatif bahasa. Menjelaskan kondisi-kondisi psikofisik dari ucapan, peranan individu, dan komunitas dalam perkembangan sebuah bahasa, hubungan antara tipe-tipe bahasa umum dan struktur bahasa khusus. Secara terminologi, menyelidiki sumber-sumber pertama sebuah bahasa dan hasil baru yang ada sekarang dari bahasa itu serta usaha-usaha lebih lanjut. Pandangan-pandangan pada filsafat bahasa berbeda terutama atas masalah hubungan antara yang dipikirkan dan yang diucapkan. Jadi dengan bahasa bukan saja manusia dapat berpikir secara teratur namun juga dapat mengkomunikasikan apa yang sedang dia pikirkan kepada orang lain. Namun bukan itu saja, dengan bahasa kita pun dapat mengekspresikan sikap dan perasaan kita. Seorang bayi bila dia sudah kenyang dan hatinya pun sangat senang, dia mulai membuka suara. Lewat seni suara dia akan mengekspresikan perasaannya, kedukaan, dan  kesukaan lewat liku nada kata-kata.


B. Pengertian Terminologi
            Terminologi dalam KBBI tergolong dalam nomina (kata benda) memiliki arti peristilahan, ilmu tentang definisi istilah. Berasal dari bahasa Latin terminus yang berarti ilmu penggunaan istilah. Istilah (bahasa Arab: اصتلاح, iṣṭilāḥ) adalah kata dan/atau gabungan kata yang digunakan dalam konteks tertentu.
            Kajian terminologi antara lain mencakup pembentukannya serta kaitan istilah dengan suatu budaya. Ahli dalam terminologi disebut dengan juru istilah “terminologist” dan kadang merupakan bagian dari bidang penerjemahan.

C. Pengertian Ilmu Pengetahuan/Knowledge
            Dalam Kamus Oxford, kata knowledge memiliki arti fakta, informasi, dan kemampuan yang diperoleh dari pengalaman atau pembelajaran terhadap sesuatu, baik teori maupun praktek.
Dalam bahasa Arab, kata knowledge memiliki sinonim dengan kata علم – يعلم – العلم yang berarti tahu-mengetahui-pengetahuan, yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia yang kita kenal dengan kata “ilmu”.
Dari beberapa gambaran tadi kita dapat ambil kesimpulan bahwa kata knowledge dalam bahasa Indonesia memiliki arti “pengetahuan”. Dalam KBBI, kata pengetahuan berasal dari kata tahu yang memiliki arti mengerti sesudah melihat, mengalami, dsb. Sehingga arti kata pengetahuan adalah segala sesuatu yang telah diketahui.
Knowledge atau pengetahuan merupakan sebuah terminologi generik yang mencakup seluruh hal yang dapat kita ketahui seperti filsafat, matematika, ekonomi, teknik beladiri, cara menjahit, dan masih banyak lagi. Bentuk knowledge atau pengetahuan ini ditandai dengan beberapa hal, yakni:
Obyek ontologis, yaitu pengalaman manusia yang berupa segala wujud yang dapat dijangkau lewat panca indra atau alat yang membantu kemampuan pancaindra.
Landasan epistemologis, yaitu metode ilmiah yang berupa gabungan logika deduktif dan logika induktif dengan pengajuan hipotesis atau yang disebut logico-hyphotetico-verifikasi.
Landasan aksiologi, yaitu kemaslahatan manusia yang menjelaskan pengetahuan itu secara moral ditujukan untuk kebaikan hidup manusia.

D. Pengertian Science
            Jika berbicara tentang pengetahuan, maka kita akan sering mendengar kata “sains”. Keduanya memiliki hubungan sehingga tidak pernah terpisah ketika kita sedang mempelajari fisafat ilmu. Untuk membahas hubungan diantara keduanya kita akan bahas di subbab berikutnya.
Science atau sains berasal dari bahasa Latin scientia yang akar katanya adalah scio yang kurang lebih berarti “saya tahu”.
Dalam Kamus Oxford, kata science memiliki arti sebuah aktivitas praktis dan intelektual yang meliputi pembelajaran struktur dan tingkah laku fisik kehidupan dunia melalui percobaan dan/atau pengamatan.
Dalam bahasa Arab, kata science memiliki sinonim dengan kata العلوم yang sebenarnya berakar dari kata علم sehingga memiliki arti pengetahuan atau pembelajaran yang didasari oleh pengamatan dan percobaan.
Seolah miskin kosakata, kata science dalam bahasa Indonesia hanya diserap menjadi kata “sains” yang mana dalam KBBI memiliki definisi yang sama dengan kata science dalam bahasa Inggris sesuai terjemahan Kamus Oxford tadi.

E. Terminologi Ilmu, Ilmu Pengetahuan, dan Science
                  Knowledge merupakan terminologi generik yang mencakup segenap bentuk yang kita tahu seperti filsafat, ekonomi, seni, bela diri, cara menyulam dan biologi. Untuk membedakan tiap-tiap bentuk dari anggota kelompok knowledge terdapat tiga kriteria yakni:

1 obyek ontologis, adalah obyek yang ditelaah yang membuahkan pengetahuan (knowledge). Umpamanya ekonomi menelaah hubungan antara manusia dengan benda/ jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
2  landasan epistemologis, berhubungan dengan cara yang dipakai untuk mendapatkan pengetahuan (knowledge). Landasan epistemologis berbeda untuk tiap bentuk apa yang diketahui manusia. Umpamanya landasan epistemologis matematika adalah logika deduktif dan landasan epistemologis kebiasaan adalah pengalaman dan akal sehat. Landasan aksiologis, adalah nilai kegunaaan dari pengetahuan (knowledge). Landasan aksiologis juga dapat dibedakan untuk tiap jenis pengetahua (knowledge). Nilai kegunaan filsafat berbeda dengan nilai kegunaan fisika nuklir.
      Jadi seluruh bentuk dapat digolongkan ke dalam kategori pengetahuan (knowledge) dimana masing-masinng bentuk dapat dicirikan oleh karakterisktik:

1. obyek ontologis: pengalaman manusia yakni segenap ujud yang dapat dijangkau lewat pancaindera atau alat yang membantu kemampuan pancaindera.
2. landasan epistemologis: metode ilmiah yang berupa gabungan logika deduktif dan logika induktif dengan pengajuan hipotesis atau disebut logico-hyphotetico-verifikasi.
3. landasan aksiologis: kemaslahatan manusia. Artinya segenap ujud pengetahuan (knowledge) secara moral ditujukan untuk kebaikan hidup manusia.

Bentuk pengetahuan (knowledge) dalam bahasa inggris adalah science. Ilmu (science) merupakan bagian dari pengetahuan (knowledge) yang bersifat spesifik yang mempunyai obyek ontologis, landasan epistemologis dan landasan aksiologis yang khas.

Sains merupakan adopsi yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, dimana sains adalah terminologi yang dipinjam dari bahasa inggris yakni science. Pembentukan kata sifat dengan kata dasar sains ini adalah agk janggal dalam struktur bahasa Indonesia. Kemudian, terminologi science dalam bahasa asalnya penggunaannya sering dikaitkan dengan natural science seperti teknik. Maka teminologi science sering dikaitan dengan teknologi. Sederhananya bahwa ilmu-ilmu sosial bukanlah sains atau dengan kata lain sains hanya digunakan untuk ilmu-ilmu alam saja. Padahal bila merujuk pada pengertian dari science adalah ilmu, yang berarti mencakup ilmu-ilmu sosial dan juga ilmu-ilmu alam. Jadi adopsi sains dari kata science adalah kurang tepat.


      F.  Ketetapan Quo Vadis                                     
Terminologi Ilmu untuk science dan pengetahuan untuk knowledge, secara de facto dalam kalangan dunia keilmuwan terminologi ilmu sudah sering dipergunakan seperti dalam metode ilmiah dan ilmu-ilmu sosial atau ilmu-ilmu alam. Adapun kelemahan dari pilihan ini ialah bahwa kita terpaksa meninggalkan kata ilmu pengetahuan dan hanya menggunakan kata ilmu saja untuk sinonim science dalam bahasa inggris. Alternatif pertama menggunakan ilmu pengetahuan untuk science dan pengetahuan untuk knowledge.





A. Kesimpulan
            Hakikat ilmu Suriasumantri (1990: 293) mengatakan: “ knowledge merupakan terminologi generik yang mencakup segenap bentuk yang kita tahu seperti filsafat, ekonomi, seni, beladiri, cara menyulam, dan biologi...“. Ilmu (science) merupakan bagian dari pengetahuan (knowledge), membahas bidang pengetahuan tertentu yang tersusun secara sistematis, diperoleh dengan observasi (tahapan metode ilmiah) yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.  Terminologi terdiri dari obyek ontologis (obyek yang ditelaah yang menghasilkan pengetahuan), landasan epistemologis (cara mendapatkan pengetahuan) dan landasan aksiologis (nilai kegunaan suatu pengetahuan). Quo vadis menetapkan Terminologi Ilmu untuk science dan pengetahuan untuk knowledge




B. Daftar Pustaka
Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 2009, hlm. 291.

A. Bakhtiar, Filsafat Ilmu (Cet II; Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005), h. 11.

A. Mudhofir.Pengenalan Filsafat dalam Filsafat Ilmu. Cet. III; Yogyakarta: Penerbit Liberty, 2005.

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. IV; Jakarta: Balai Pustaka, 1990.

Munawwir, Ahmad Warson.Kamus Arab Indonesia. edisi II; Yogyakarta: Pustaka Progressif, 1997.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar